THE SECRET OF ROOM 403: SINOPSIS DUA BAHASA

The Secret of room403

 

The story began with Alif was chosen to be a reliable biography writer to write a military figure – a father of minister who joined next year presidential election. Martin- the minister right hand man gave Alif bundles of yellowish paper. They contained of all the necessary references to write biography script.

After having the bundles given to him, he started to read that initially the background of the story was in 1984. In September 12, 1984, a bloody tragedy occurred in Tanjung Tritis. Security agents intolerably pointed the guns which unexpectedly killed most of the civilian. One of the victims was Husein Abdul Rahman. Nobody had ever thought that he could survive from the tragedy. The matter was he could not go back to the life he used to have. He left the country with a new identity from the savior-Rusydi.

Returned to Alif, he decided to take some days off to Tanjungpinang to find peacefulness in accordance with his writing. He was inarguably overwhelmed with the hectic work routine all of this time. There, he met Revi. She was the girl who became his friend accompanying the journey to explore Tanjungpinang.

All Alif’s plans smoothly ran according to his desire-vacation and writing after daylight. But one day, he realized he had lost the most crucial things, the bundles. (pg. 191). At the moment he found them back, he faced the bombshell reality. How could the bundles’ writing just look like the writing of Revi’s father who had passed away?

He was not only surprised by that, in the middle of his confusion to finish the writing he kept on flipping the bundles pages. Thus, he obtained some inspiration to the writing. Instead of be inspired, he found a writing ‘room 403’ and word orders lead to a name

There was an urgency to break all the puzzles that made Alif decided to make a plea in order to see the minister. Just precisely as what he had assumed that he would see the ‘room 403’ in minister place. He recklessly entered the room, a secret place hidden for a long time finally uncovered. And Alif hoped to unveil all the hidden truth even though he knew there was a dint of light he only got.


Kisah dimulai dengan terpilihnya Alif menjadi penulis yang dipercaya untuk menulis biografis dari sosok militer—ayah dari mentri yang mencalonkan diri menjadi  presiden pada ajang pilpres tahun depan. Martin—orang kepercayaan sang mentri, memberikan mendapat bundelan yang lembar-lembar kertasnya mulai menguning kepada Alif.  Bundelan itu berisi semua referensi yang dibutuhkan selama menulis naskah biografi.

 

Setelah menerima bundelan itu, Alif pun mulai membaca, sehingga latar waktu cerita membuat pembaca menengok pada tahun 1984. Diceritakan pada tanggal 12 September 1984  terjadi tragedi berdarah di  Tanjung Tritis. Aparat tanpa pandang bulu menodongkan senjata sehingga banyak warga yang tumbang. Salah satu korban itu adalah Husein Abdul Rahman. Tapi siapa sangka ternyata Husein  selamat dari kejadian nahas itu. Hanya saja dia tidak bisa lagi kembali ke kehidupannya yang dulu. Dia meninggalkan tanah air dengan membawa identitas baru dari sang penolong—Rusydi.

 

Kembali pada keadaan Alif. Demi mendapat ketenangan dalam menyelesaikan tulisannya, Alif memutuskan berlibur ke Tanjungpinang. Lagipula selama ini dia memang sudah terlalu terkungkung dengan rutinitas kerja yang tidak ada batasnya. Di sana dia bertemu dengan Revi. Gadis yang kemudian menjadi teman perjalanan dalam menjelajahi seluk beluk Tanjungpinang.

 

Pada mulanya semua rencana Alif berjalan lancar—berlibur dan menulis di malam hari. Tapi pada suatu hari dia menyadari benda bundelan yang paling penting itu hilang. (hal. 191) Dan ketika dia menemukan lagi bundelan itu, Alif menerima sebuah kenyataan yang tidak terduga. Bagaimana mungkin tulisan dalam bundelan itu mirip tulisan almarhum ayah Revi?

 

Tidak hanya terkejut pada kenyataan itu, dalam keadaan bingung untuk menyelesaikan tulisan, Alif membolak-balik terus bundelan itu. Siapa tahu dengan begitu dia akan menemukan ilham lagi. Alih-laih menemukan ilham, dia malah menemukan tulisan kamar 403 dan rangkaian kata sebuah nama.

 

Merasa perlu menjawab segala teka-teki itu, Alif memutuskan untuk meminta permohonan agar bisa bertemu sang menteri. Seperti dugaannya di tempat sang mentri, Alif melihat kamar 403. Dan ketika dia nekat memasuki tempat itu, sebuah rahasia yang selama ini tersembunyi akhirnya terkuak. Dan Alif  berharap bisa  mengungkap semua kebenaran meski dia tahu hanya setitik harapan yang dimiliki.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *