Perjuangan Menjadi Penulis Cilik

Perjuangan Menjadi Penulis Cilik

Jangan Menyerah Adiba

Judul               :  Jangan Menyerah Adiba (Serial PECI)

Penulis             :  Sherina Salsabila

Penerbit           :  Lintang, Kelompok Penerbit Indiva Media Kreasi

Tahun              :  2017

Tebal               :  136 halaman

ISBN               :  978-602-6334-16-9


           Penerbitan buku cerita anak yang semakin berkembang, membawa dampak positif bagi para pembacanya terutama pembaca cilik. Selain meningkatkan minat baca pada anak, biasanya akan seiring dengan meningkatnya minat anak untuk menjadi penulis cilik.

            Setelah membaca banyak buku karya dari teman seumurannya, beberapa anak banyak yang terinspirasi untuk mulai menuliskan ceritanya sendiri. Cerita-cerita itu bisa berasal dari apa yang mereka alami, lihat dan rasakan dalam aktivitas sehari-harinya, ataupun dari imajinasi dalam pikirannya. Cerita yang sudah mereka tulis, kemudian diterbitkan menjadi sebuah buku. Lalu, buku itu kembali dibaca dan menginspirasi lagi anak-anak yang lainnya. Dan begitu seterusnya.

            Namun dari sekian banyak cerita yang ditulis anak-anak terntu tidak semuanya bisa lolos diterbitkan menjadi buku. Hanya karya-karya terpilihlah yang akhirnya bisa dibaca dan dinikmati oleh para pembaca cilik.

            Pengalaman seperti itulah yang diangkat dan ditulis oleh Sherina Salsabila menjadi sebuah cerita di dalam buku serial PECI (Penulis Cilik Indonesia) yang berjudul Jangan Menyerah Adiba. Sherina dikenal sebagai penulis cilik berbakat yang telah menelurkan banyak buku sekaligus menjuarai lomba-lomba kepenulisan tingkat nasional. Membaca buku ini seakan menikmati sekelumit pengalaman Sherina sebagai seorang penulis cilik yang diidolakan oleh banyak anak-anak pembaca karyanya.

            Dikisahkan tentang seorang anak bernama Adiba yang suka membaca buku-buku karya penulis cilik terkenal Cinta Amora. Selain suka membaca, Adiba juga suka menulis diary tentang dirinya di laptop milik kakaknya. Minat menulis Adiba semakin menggebu saat di mading sekolah ditempel pengumuman Lomba Menulis Cerita Penulis Cilik Indonesia. Tak hanya semangat untuk membuat cerita, Adiba juga berusaha mencari informasi tentang penerbitan sebuah buku. Dari seorang anak yang tak tahu apa-apa, Adiba berusaha mengetahui lebih dalam tentang dunia kepenulisan. Termasuk diantaranya berkenalan dengan banyak penulis cilik yang karya-karyanya sudah beredar di toko buku. Ia berangan-angan untuk menjadi salah satu penulis cilik seperti para penulis cilik yang sudah terkenal.

            Pada akhirnya karya yang Adiba tulis untuk lomba, gagal membawanya menjadi pemenang. Sedih, kecewa, merasa tidak pantas menjadi penulis, itulah yang dirasakan oleh Adiba. Namun, sebuah kejutan dari kakaknya membuat Adiba merasa perjuangannya untuk menjadi penulis cilik belum selesai.

            Tentu, semua perjuangan tidaklah mudah untuk dicapai. Termasuk diantaranya menjadi penulis cilik. Kegagalan adalah salah satu proses yang harus dilalui untuk bisa menjadi seorang penulis cilik dengan nama yang besar.

            Buku ini cocok dibaca oleh anak-anak yang kelak namanya akan bertengger di rak-rak toko buku di Indonesia.

 

 

Diresensi oleh Ruri Irawati, penulis dan pembaca cerita anak

Perjuangan Gadis Malagasy Meraih Mimpi

Perjuangan Gadis Malagasy Meraih Mimpi

Sebiru-Safir-Madagascar

Semua orang pasti memiliki impian. Ingin memiliki banyak toko, ingin menjadi dosen, ingin sekolah di luar negeri, dan sebagainya.  Pun begitu, semua orang berhak bermimpi. Hanya saja, mimpi hanya menjadi mimpi jika tidak aksi. Impian akan jadi khalayan belaka jika tanpa usaha.

            Adalah Mirindra, seorang anak yang berasal dari Madagaskar. Ya, sebuah negeri yang jarang orang tahu. Meski sebagian lain tahu, itu pun sebatas dari film kartun yang berjudul sama. Madagaskar adalah negara pulau yang berada di Samudera Hindia, tepatnya di timur pantai Pulau Afrika. Pulau Madagaskar adalah pulau keempat terbesar di dunia. Madagaskar juga disebut Pulau Merah karena warna tanahnya merah.

            Mirindra adalah anak berkulit hitam dan berambut keriting. Dada atau berarti ayah-nya bekerja di pertambangan mencari batu, yang akan dibuat batu akik. Sedangkan Neny atau berarti ibu-nya bekerja di kebun, menjual sayuran di pasar. Ketika akan melahirkan adiknya, Neny Rindra meninggal (halaman 10). Dia hidup berdua, bersama ayahnya.

            Ketika umur Rindra telah cukup untuk sekolah, ayahnya membawanya ke sekolah berasrama di perbukitan Sahasoa yang bernama Akany Tafita (halaman 18). Di sana dia senang sekali, dia bisa belajar, tetapi kesedihannya karena akan jarang bertemu ayahnya. Di Akany Tafita Rindra berkenalan dengan Lanto, anak yang tidak suka belajar dan senangnya keliaran dan mengganggu Thiery. Thiery anak yang tampan, tetapi memiliki tubuh yang kurus karena penyakit asmanya sering kambuh, sudah begitu ditambah dengan gangguan Lanto. Tambah tersiksa dia, untungnya dia kerasan di Akany Tafita.

            Akany Tafita adalah tanah warisan dari orangtua Tinah. Tinah pun membesarkan Akany Tafita hingga terus eksis dan dipercaya. Untuk tanggung jawab di asrama dia dibantu oleh Irene, yang berusia awal 40 tahun dan lebih muda dari Tinah. Ditambah untuk urusan kebersihan dan perkebunan dibantu oleh lelaki tua yang bernama Dadabe Hiel (halaman 35).

            Rindra adalah anak yang cerdas, dia menguasai 4 bahasa. Karena itu Rindra sangat disayang oleh Tinah. Ada harapan dari Tinah, agar nantinya Rindra mampu melanjutkan sekolahnya hingga perguruan tinggi, kalau perlu sampai ke luar negeri seperti adiknya, Josse. Josse mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan kuliah di Perancis.

            Akany Tafita memiliki banyak kegiatan ekstra, ada menyulam juga menonton tontonan inspiratif. Suatu ketika Tinah memutar tentang kisah inspiratif dari seorang perempuan bernama Maryam. Maryam berasal dari Afganistan. Maryam bercerita tentang kisah peperangan di negaranya yang terjadi antara tahun 1989 sampai tahun 1992.

            Setelah tentara Soviet telah meninggalkan Afganistan, peperangan terus berlanjut. Kali ini pemerintahan yang berkuasa menghadapi para pemberontak. Sehingga isu selain perang, seperti pendidikan, ekonomi bahkan nyawa sangat tidak dihargai saat itu. Maryam berkata, “Tak ada baiknya dari perang yang terjadi. Sekolah-sekolah hancur, orang-orang ketakutan. Kami semakin bodoh.” (halaman 68)

            Maryam tidak boleh sekolah, karena pada waktu itu sekolah hanya untuk anak laki-laki. Akhirnya, dia belajar dengan mencuri dengar dari balik tembok, terkadang dia diusir, terkadang dia juga dibiarkan. Orangtua tidak punya untuk mendatangkan guru. Begitu juga dia tidak bisa membeli buku. Tetapi dia terus belajar cepat dan semangat. Dia terus meminjam buku, dan bersembunyi membaca buku dari Barat karena dilarang oleh penguasa.

            Terus begitu, berganti tahun dan berganti penguasa. Dia terus berusaha mengikuti ujian untuk mendapatkan ijazah. Hingga dia mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan kuliah di Australia, Adelaide University. Sejak melihat ini, Rindra sangat terinspirasi. Ternyata, orang yang kesulitan, asal dia mau usaha, maka akan mendapatkan apa yang diimpikan.

            Rindra pun berharap bisa melanjutkan hingga kuliah, agar nantinya bisa bermanfaat kepada negerinya, seperti Maryam. Rindra terus tumbuh dan bertambah umur, hingga kelas akhir. Pada saat itu nyaris hadir kebahagiaan, Josse datang. Namun, ternyata Josse malah membuatnya kecewa. Josse sangat sombong, dan tidak mau bergaul dengan Rindra. Bahkan, Josse membawa bencana. Josse menghancurkan Akany Tafita, dan mengubahnya menjadi vila (halaman 218). Maka, sejak mimpi anak-anak Akany Tafita yang telah lama dibangun, pun seakan hancur.

            Novel ini juga membahas bahwa penemu Madagaskar adalah orang Indonesia, yaitu suku yang berada di Kalimantan. Karenanya, selain menginspirasi, novel ini penuh wawasan dan hikmah. Atas kedalaman risetnya, buku karya penulis asal Aceh yang kini tinggal di Madagaskar ini layak dijadikan koleksi, dan menjadi teman di akhir minggu. Selamat membaca!

Judul                            : Sebiru Safir Madagaskar

Penulis                          : Haya Nufus

Editor                           : Mastris Radyamas

Penerbit                       : Indiva Media Kreasi

Tahun Terbit                : Pertama, Januari 2016

Jumlah Halaman          : 288 halaman

ISBN                           :  978-602-1614-53-2


Tentang peresensi

Muhammad Rasyid Ridho, Pengajar Kelas Menulis SD Plus Al-Ishlah Bondowoso. Karya-karya lainnya berupa cerpen, artikel, resensi, dan puisi juga dimuat di beberapa media offline maupun online, antara lain di Kompas, Jawa Pos, Koran Jakarta, Radar Surabaya, Jateng Pos, Malang Post, Republika, Harian Surya,Radar Mojekerto, Radar Sampit,  Metro Riau, Majalah Matan, Majalah   Majalah Gizone, Majalah Sabili, Koran Kampus UMM Bestari, Kompas.com.

Belajar Menjaga Hati Melalui Novel

Belajar Menjaga Hati Melalui Novel

kover-ifa-avianty-depan

Membaca novel ini selain disuguhi kisah cerita yang lucu dan unik, penulis juga menyisipkan sisi historis yang berhubungan dengan perbedaan ideologi masa pergerakan nasioanal.  Di sini disinggung juga perihal masalah kultur daerah yang membuat novel ini terasa berbeda dengan kebanyakan novel lainnya. Penulis memiliki keunikan tersendiri dalam menghadirkan kisah yang tidak pasaran.

Mengisahkan tentang cinta segitiga yang dikemas renyah dan tidak terduga. Ada Stepanie si Putri Ketimun yang sering patah hati, Awy sang Pangeran Naga yang dimabuk asmara serta Gadhi si jejaka nerdy.

Awy dan Gadhi adalah sahabat kental. Mereka mulai dekat ketika masuk SMA,  karena sama-sama  nerd. Jadi dengan sendirinya mereka pun menjadi cocok (hal 16) Dan Stephanie adalah teman Awy semasa zaman TK dulu.  Mereka sempat berpisah karena berbeda sekolah sampai akhirnya bertemu lagi di resto Gadhi saat makan Sop Kaki Kambing.

Di sinilah, entah dapat gagasan dari mana, tiba-tiba Awy ingin menjodohkan Gadhi dengan Stephanie. Menurutnya mereka sangat cocok. Bahkan Awy sudah merencakan untuk mempertemukan mereka. Hanya saja, mendadak Awy berubah pikiran. Diam-diam dia juga mengharapkan bisa memiliki Stephanie. Hingga akhirnya dia membernikan diri mengutarakan perasaannya. Dan di sinilah masalah dimulai. Di sisi lain, Stephanie merasa bimbang. Benarkah dia telah melakukan hal yang benar dengan menerima Awy?

Beralih ke Gadhi, akhirnya dia berkesempatan melihat Stephanie yang selalu dibanggakan Awy sebagai calon istrinya. Yang ternyata pertemuan itu ternyata memberi efek yang tidak terduga. Baik bagi Gadhi juga bagi Stephanie. Dan tiba-tiba dia merasa menyesal mengiyakan tawaran Awy (hal 55).

Dan masalah semakin rumit, ketika orangtua Stephanie menawarkan perjodohan dan Awy dihadapkan pada sebuah tradisi yang membuatnya tidak tenang. Dan lebih mengejutkan Babe Awy ternyata mengenal tentang keluarga Stephanie yang semakin membuatnya dilarang menikahinya. Ada misteri apa?

Setelah bagian ini pembaca akan diajak menyelami side story di masa lampau yang masih mendarah daging. Sejarah yang berhubungan dengan keluarga Awy juga Stephanie.  Setting waktu pun berubah di zaman masa penjajahan  tahun 1908-1924. Petualangan baru yang menegangkan akan membuat kita tersihir.

Dipaparkan dengan sudut pandang masing-masing tokoh membuat para tokoh terasa hidup. Sejak awal novel ini cukup sulit ditebak endingnya. Membuat penasaran penuh kejutan. gaya bahasanya pun renyah dan lugas. Asyik untuk diikuti.  Dan lagi ada sisi religi yang kental dalam novel ini.  Meski memang pada beberapa bagian ada yang terasa lambat dan ada ketidakkonsistenan dalam pemakaian pov aku (hal 43-44). Tapi lepas dari kekurangannya novel ini sangat recomended dibaca.

Kekuatan lain dalam novel ini adalah banyaknya selipan nasihat yang menginspirasi bisa dijadikan pembelajaran dan renungan. Misalnya di  sini kita diajari bagaimana cara menjaga hati, memanage cinta yang baik agar mendapat rahmat-Nya. Kita juga dianjurkan untuk tidak membiasakan berpikir positif karena pikiran positif memiliki energi yang positif juga. “Kalau kamu pikir tidak bahagia, maka kamu kemungkinan memang tidak bahagia.” (hal 63).

Lalu kita juga dilarang berpikir pendek dan negatif. “Jangan berpikiran negatif terhadap sesuatu yang belum terjadi.” (hal 78). Dan mengajarkan agar ikhlas dalam setiap cobaan yang menerpa, berdamai dengan masa lalu.

Srobyong, 25 Februari 2017


Judul               : Cinta dalam Semangkuk Sop Kaki

Penulis             : Ifa Avianty

Penerbit           : Indiva

Cetakan           : Pertama, Oktober 2016

Tebal               : 176 hlm

ISBN               : 978-602-6334-03-9

Peresensi         : Ratnani Latifah. Alumni Universitas Islam Nahdlatul Ulama. Jepara.

Pelajaran dari Cerita ‘Teman Baru Jung Yun’

Pelajaran dari Cerita ‘Teman Baru Jung Yun’

15870437_10208092181367595_1745840304_nOleh : Hairi Yanti

 

Anak-anak adalah peniru ulung. Mereka bisa meniru apa yang dilihat, didengar, dan juga dibaca. Pada sebuah artikel yang berjudul ‘Pembelajaran Sastra Anak’ yang disusun oleh Nur Yunitasari, Fitri Utami, dan M. Andrianto Adi K disebutkan kalau sastra mempunyai peranan penting dalam perkembangan kepribadian anak.

Tokoh-tokoh dalam karya sastra secara tidak sadar akan mendorong atau mempengaruhi anak-anak mengendalikan berbagai emosi, misalnya: benci, cemas, takut, bangga, angkuh, sombong, dan lainnya. Disini guru harus pintar-pintar memilih bacaan untuk anak yang didalamnya terdapat pesan, kesan moral bagi anak. (Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/mandriantoadik/pembelajaran-sastra-anak-anak_55546468b67e610116ba544c)

Teman Baru Jung Yun yang ditulis oleh Ungu Lianza merupakan salah satu contoh bacaan anak yang memberikan keteladanan positif dari tokoh di dalamnya. Jung Yun adalah anak Korea yang berusia 12 tahun. Suatu hari ia mendapatkan teman baru bernama Zaim. Zaim berbeda dengan teman-teman yang ia kenal sebelumnya.

Zaim adalah anak yang selalu tersenyum dan sangat supel. Tapi, Jung Yun tidak suka dengan perilakunya karena Zaim terlihat selalu tersenyum berlebihan. Suatu hari Jung Yun tau kalau orangtua Zaim ternyata berteman dengan orangtuanya. Hal itulah yang membuat mereka kemudian berteman.

Tidak seperti teman-teman yang lain, Zaim punya beberapa kebiasaan yang dinilai teman-teman Jung Yun sebagai keanehan. Seperti menghilang saat makan siang. Jung Yun pun menemukan Zaim tengah mendirikan shalat. Saat pelajaran olahraga berlangsung, Zaim juga tidak minum. Zaim mengatakan kalau ia berpuasa pada hari Senin dan Kamis.

Zaim adalah murid yang pintar. Ia membantu Jung Yun saat akan menghadapi lomba sains tingkat nasional. Namun, teman-teman tetap tidak menyukai Zaim dan selalu menjelek-jelekkan Zaim. Apa yang akan dilakukan Jung Yun agar Zaim bisa diterima dengan baik oleh teman-temannya?

Melalui novel ‘Teman Baru Jung Yun’, anak-anak diberikan keteladanan lewat Tokoh Zaim yang baik hati, pintar, rajin, supel, dan tidak pendendam. Juga lewat tokoh Jung Yun dengan sikapnya yang tidak ingin teman-temannya salah paham pada Zaim. Membaca novel dengan latar tempat di Korea Selatan juga bisa menambah wawasan anak-anak tentang negara Korea. Ada beberapa informasi tentang Korea yang diselipkan dalam cerita, juga bahasa yang sehari-hari dipakai di sana.

Judul                          : Teman Baru Jung Yun

Penulis                        : Ungu Lianza

Penyunting                 : Ayu Wulan

Penerbit                      : Lintang Indiva

Tahun Terbit             : Cetakan Pertama, Oktober 2016

Tebal Buku                : 136 Halaman

Data Peresensi :

Nama             : Hairi Yanti

Twitter           : @yant165

Blog                : www.hairiyanti.com

 

Persahabatan Sejati Berbuah Prestasi

Persahabatan Sejati Berbuah Prestasi

15578827_1205177782903897_9168948628845374511_nDrama, musik, dan fashion Korea sempat mengguncang Indonesia. Masyarakat seakan terhipnotis, sehingga muncul sebutan ‘demam korea’. Tentu dari sekian banyak budaya asing itu ada yang cocok dan ada yang tidak dengan kepribadian negara kita.

“Sahabat Baru Jung Yun” adalah novel anak, mencoba menawarkan metode pembentukan karakter melalui bacaan yang lebih segar dan mencerahkan. Novel ini menceritakan Jung Yun, siswa Sekolah Dasar Internasional Korea. Kelas Jung Yun kedatangan siswa baru bernama Zaim, pindahan dari Indonesia. Papa Zaim asal Indonesia dan mamanya asal Korea. Keluarga Zaim pindah ke Korea karena papanya sedang dinas di sana. Jung Yun terkejut menyaksikan orangtuanya akrab dengan orangtua Zaim. Ternyata mereka telah saling mengenal saat pertemuan di Indonesia.

Kehadiran Zaim di kelas cukup mengejutkan. Pasalnya, ia ramah dan murah senyum. Semakin hari Zaim disebutnya aneh karena perilakunya sangat berbeda dari masyarakat Korea. Sampai-sampai ia diintimidasi, dibenci, dan difitnah oleh teman-teman Jung Yun. Zaim menjadi bulan-bulanan mereka. Hanya Jung Yun saja yang masih percaya kepada Zaim.

Jung Yun membatin, “Aku meninggalkan kedua temanku yang masih diam mematung. Sejujurnya, aku hanya tidak ingin melanjutkan obrolan tentang Zaim di belakangnya. Terlebih lagi, aku belum tahu bagaimana sosoknya yang sebenannya. Kalau sampai aku ikut memperoloknya, bisa-bisa aku menjadi anak yang tidak baik” (hal 19).

Jika anak-anak jenjang sekolah dasar membaca dan memahami cerita dan amanat pada novel ini, secara otomatis karakternya akan terbentuk semakin kuat. Karakter ini dapat diperoleh dari aktualisasi para tokohnya. Misalnya pada Jung Yun, “Sudah kebiasaanku untuk melakukan tugas rumah sendiri. Kalau tak paham, baru aku akan meminta bantuan kedua orangtuaku atau teman-teman. Tapi kalau harus mencontek, aku merasa sudah menyia-nyiakan otakku. Lantas, apa gunanya sekolah kalau aku hanya bisa menjiplak jawaban temanku yang lain?” (hal 53).

Pendidikan karakter lainnya dapat kita baca pada bagian lomba sains. “Kerja keras dan pantang menyerah membuat kami sadar bahwa semua pasti akan menghasilkan keberhasilan bila kita punya niat kuat untuk melakukannya. Setidaknya, segala usaha di perlombaan itu memberikan kami sebuah pengalaman seru yang tentunya akan sulit untuk dilupakan” (hal 102).

Begitu juga karakter pendidik di Korea. Contohnya yang diajarkan guru olahraga mereka dalam pelatihan. “Dan biasanya Lee Songsaengnim akan membiarkan kami berdua menyelesaikan lari kami tanpa batas waktu yang ditentukan. Bagi Lee Songsaengnim, dia bukan ingin melihat seberapa cepat lari kami, melainkan usaha keras kami untuk terus berusaha maju pantang menyerah adalah hasil yang ingin dia ajarkan kepada murid-muridnya, selain sikap sportif tentunya” (hal 44).

Pengakuan Jung Yun terhadap Zaim adalah hasil pembentukan karakter itu. “Zaim memang cerdas, dia banyak mengetahui segala hal tentang kebudayaan negaranya, sampai membuat aku terkagum-kagum ketika dia menceritakannya. Banyak hal unik yang ada di Indonesia membuatku ingin menginjakkan kaki ke tanah kelahirannya itu” (hal 40).

“Tidak pernah aku melihat dia lupa mengucapkan doa, entah itu di mana, dalam keadaan apa, dan di waktu apa pun juga. Baginya, sebuah doa merupakan sebuah keharusan yang harus selalu dia amalkan, karena doa juga merupakan salah satu ibadah yang tidak bisa dia tinggalkan. Bisakah suatu saat kelak, aku seperti dirinya?” (hal 131).

Gaya cerita dan ide dalam novel ini mengalir. Konflik hingga peleraian logis. Novel ini penting dibaca untuk anak sekolah dasar, terutama jenjang kelas 4 – 6. Unik, ada usur kebersamaan, kerja sama, dan toleransi. Pembaca juga akan bertambah wawasan tentang Negara Korea dan istilah-istilah dalam bahasa Korea. Penanaman akhlak mulia akhirnya memang memberi pencerahan bagi sifat-sifat tidak terpuji. Mempertegas: “Kebenaran layak menang, kebatilan akan sirna.” (*)

Judul Buku        : Teman Baru Jung Yun

Penulis                : Ungu Lianza

Penerbit              : Lintang (lini Indiva Media Kreasi)

Cetakan              : I, Oktober 2016

Tebal                   : 136 halaman

ISBN                   : 978-602-6334-06-0

Peresensi             : Teguh Wibowo

Tak Kunjung Mekar ke Pelaminan

Tak Kunjung Mekar ke Pelaminan

Oleh: Teguh Wibowo

 

15240058_1177723345649341_1094884549_n“Cinta dalam Semangkuk Sop Kaki Kambing” adalah novel percintaan. Baru membaca judulnya saja, langsung terbayang makan dengan cita rasa yang lezat. Bukan fiktif semata, resep rahasia membuat kuliner ini ada di dalamnya.

Bicara soal cinta memang tiada bosannya. Silih berganti menghiasi kehidupan sehari-hari. Kerumitan nasib masing-masing tokohnya yang terbelit dalam cinta segitiga antara Steph, Awy, dan Gandhi.

Stephanie atau Steph, si Putri Ketimun. Seorang gadis blesteran Sunda-Jerman. Dia kutu buku, librarian. Mengaku terlalu biasa. Terlalu sederhana untuk dicintai. “Hanya mengerti pun tak apa. Barangkali jika membalasnya adalah impian di siang bolong, sebuah pengertian pun cukup bagiku. Bukankah sejak kecil Ibu mengajariku untuk tak banyak menuntut pada hidup ini?” (hal 9).

Alawy alias Awy, si Pangeran Naga. Pemuda Betawi asli. Lulusan S2 di Nanyang. Gandhi, si jejaka nerdy. Memilih berwirausaha sesuai dengan hobinya, yaitu memasak. Dia membuka resto dengan menu utama sop kaki kambing dan es ketimun yang kemudian digandrungi oleh Steph dan Awy. Di resto ini juga Gandhi bertemu Steph. Awy ingin menjodohkan Steph dengan Gandhi. Tetapi, Awy sendiri tidak rela karena Steph berubah lebih cantik dari pada yang dikenalnya dulu.

Steph mengalami 23 kisah cinta yang hancur berantakan berujung penolakan. Betapa nelangsa hidupnya akibat cinta tak berbalas. Gadis ini agak sial dalam urusan asmara. Cowok-cowok agak malas berdekatan dengan cewek pintar dan lucu sejenis dia. Biasanya cewek pintar itu pendiam, tapi dia cukup ramai. Juga tidak memosisikan sama sekali bahwa dia pintar. Kelemahannya, dia suka bicara ceplas-ceplos. Suka seenaknya mengomentari isi kepala orang lain. Bikin cowok-cowok ilfil.

Orangtua Steph ingin mencarikan jodoh buatnya. Tetapi, dia bersikeras tetap pada pendiriannya meski usia sudah matang. Harapan ibu Steph di tengah sakit stroke, “Karena kita tidak tahu umur kita sampai di mana. Maka boleh kan jika kita mau menginginkan kebahagiaan bagi orang-orang tercinta kita sebelum umur kita selesai?” Kemudian nasihat ayahnya, “Kalau kamu berpikir bahagia, maka kamu kemungkinan memang tidak akan bahagia” (hal 63).

“Steph, benar bahwa pernikahan tidak boleh terjadi dengan keterpaksaan, namun benar juga bahwa cinta bisa diupayakan. Benar bahwa perbedaan lingkungan bisa jadi duri kelak dalam pernikahan, namun bukankah kita juga punya semacam kemampuan beradaptasi” (hal 89).

Perbedaan latar keluarga antara Steph dan Awy menjadi penghambat. Orangtua Awy tidak terima jika Awy sampai melenceng dari tradisi keluarga dalam hal jodoh. Kita akan dapati benang merahnya pada bagian “Side Story”.

Dalam novel ini, penulis menggunakan bahasa percakapan anak muda zaman kekinian. Dialek khas Jakarta atau Betawi, ‘gue’ dan ‘lu’. Namun, terlalu sering melancarkan dialog nyinyir dan dialog pem-bully-an. Kabar baiknya, novel ini hadir lebih bernas daripada novel romantis yang klise. Seru, lucu, dan kadang mengharukan akan kisah melankolisnya. Sarat akan nasihat, motivasi, dan ajaran cinta yang tidak membabi buta. Tetapi, kedewasaan para tokohnya yang diimbangi berbakti kepada kedua orangtuanya. (*)

kover-ifa-avianty-depanJudul Buku          : Cinta dalam Semangkuk Sop Kaki Kambing

Penulis                 : Ifa Avianty

Penerbit               : Indiva Media Kreasi

Cetakan               : I, Oktober 2016

Tebal                    : 176 halaman

ISBN                   : 978-602-6334-03-9

Cinta Pada Segala Musim

Cinta Pada Segala Musim

resensi-cinta-segala-musim

Setiap rumah tangga mempunyai ujian sendiri-sendiri. Salah satu ujian bagi rumah tangga adalah masalah ekonomi. Ekonomi yang membelit dan dililit hutang bisa menyebabkan suami istri menjadi tak akur. Ekonomi yang menanjak pun bisa membuat masalah antara pasangan.

Rae dan Rampak mengalami ujian dalam rumah tangga mereka di tahun keenam pernikahan mereka. Rae yang sebelumnya dimanjakan Rampak dalam sebuah rumah mewah harus rela pindah ke rumah kontrakan yang sangat sederhana. Kebiasaan Rae mengikuti aneka model fashion pun harus ia tinggalkan. Semua bermula karena usaha yang dikelola Rampak mengalami kebangkrutan.

Rampak merintis usahanya dari nol. Tidak ada campur tangan orang tuanya di sana atau pun mertuanya yang kaya raya. Semua ia peroleh dari tetes keringatnya sendiri. Semua usahanya berkembang. Usaha perumahan melesat, ia juga menginvestasikan uangnya untuk membeli beberapa ruko dan kemudian mengontrakkannya.

Semua aset yang dimiliki Rampak harus dijual karena Rampak ditipu oleh temannya. Pada sebuah project perumahan, ia mempercayakan temannya yang membangun. Namun, teman tersebut tidak membangun sesuai spek. Sehingga banyak kekurangan dan Rampak dituntut untuk mengganti rugi. Hal itulah yang membuat semua aset yang dimiliki Rampak harus dijual.

Orangtua tentunya tidak ingin melihat anaknya menderita. Begitu pun orangtua Rae. Melihat menantunya bangkrut dan anaknya harus menyertai suami pindah ke kontrakan yang kecil, orangtua Rae menawarkan bantuan. Tidak hanya itu, mereka juga menawarkan pekerjaan kepada Rampak. Tapi, semua itu ditolak olek Rampak. Ia tetap ingin bangkit tanpa bantuan orangtua atau mertuanya.

Ketika keuangan mereka semakin menipis, Rae hamil. Hal yang telah mereka nantikan itu seolah datang di saat yang tidak tepat. Ketika ekonomi sedang sulit dan Rampak tidak punya pekerjaan apa pun. Rae sempat kembali ke rumah orangtuanya, namun ia merasa tidak utuh tanpa kehadiran Rampak di sisinya. Rae pun kembali ke rumah kontrakannya yang sederhana dan memulai membuat kue untuk dijual karena Rampak tak kunjung mendapat pekerjaan.

Ujian rupanya tak berhenti begitu saja di kehidupan rumah tangga Rampak dan Rae. Mereka kembali diuji oleh satu hal yang membuat Rae kembali ke rumah orangtuanya. Rampak pun terusir dan merasa tidak berharga lagi. Satu-satunya hal yang ia miliki yaitu Rae pun mengusirnya. Rampak merasa kehilangan segalanya.

Rampak seorang arsitek, di perkampungan tempat ia tinggal berdiri rumah-rumah yang tak layak huni. Satu rumah kemudian direnovasi Rampak dengan menggunakan bahan-bahan yang ada dan pengerjaan yang dilakukan beramai-ramai dengan sukarela. Merenovasi satu rumah tersebut membuat Rampak teringat pada Hassan Fathy. Hassan Fathy adalah seorang arsitek Mesir yang banyak membantu orang-orang miskin untuk mendapatkan perumahan yang layak.

Hassan Fathy membangun rumah untuk tiga ribu keluarga di sebuah desa. Dia membangun dengan menggunakan material yang diakrabi masyarakat. Dia memakai batu bata dari lumpur, material yang dikenal masyarakat setempat sejak ribuan tahun lalu. Hassan Fathy membangun tanpa mencerabut arsitektur itu dari kearifan lokalnya. Ia hanya menyelaraskan. (Halaman 136)

Jiwa semangat Rampak kemudian berkobar kembali, ia punya semangat yang terlihat menyala di matanya. Untuk menjadi seperti Hassan Fathy. Rae tertegun mendapati impian suaminya di tengah ujian ekonomi yang masih menghantam rumah tangganya.

Ujian dalam hidup adalah sebuah hal yang memang harus dilewati oleh manusia. Novel Cinta Segala Musim membuat pembaca melihat sisi lain dari sebuah ujian, bisa saja ujian yang datang membuat kita kembali melihat apa yang kita impikan di masa lalu namun belum diwujudkan karena tuntutan akan berbagai hal termasuk tuntutan ekonomi. Padahal kebahagiaan tak hanya dinilai dengan uang.

Ujian membuat seorang Rampak menyadari kalau ia belum menjadi seorang arsitek yang sebenarnya, profesi yang selama ini ia geluti. Arsitek adalah seorang seniman kehidupan, dia memikirkan berbagai aspek kehidupan manusia. Sementara seorang pebisnis hanya memikirkan keuntungan. (Halaman 161)

***

Oleh : Hairi Yanti

 

Judul                 : Cinta Segala Musim

Penulis              : Maya Lestari GF

Penyunting      : Muridatun Ni’mah

Penerbit            : Indiva

Tahun Terbit   : Cetakan Pertama, Juni 2016

ISBN                   : 978-602-1614-59-4

Tebal Buku       : 224 Halaman

 

Suka Duka dalam Membangun Rumah Tangga

Suka Duka dalam Membangun Rumah Tangga

14805348_10205393034103865_1325650656_nSetiap orang sudah pasti mendambakan memiliki rumah tangga yang sakinah mawadah wa rahmah.  Dalam artian  rumah tangga itu bahagia dalam segi finansial, jasmani dan  rohani.  Namun tentu saja hidup tidak akan seindah dongeng cinderella. Bahagia selemanya setelah melakukan ikrar janji setia. Hidup akan berputar. Mengalami pasang surut. Ada cobaan untuk belajar saling menguatkan. Hanya saja, mampukan pasangan itu tetap saling bersisian mewujudkan mimpi rumah tangga yang diidamkan?

Novel ‘Cinta Segala Musim’ ini, merupakan pemenang harapan pada Lomba Menulis Indiva (LMNI) 2014. Mengisahkan tentang suka duka dalam membangun rumah tangga.  Pada awalnya pernikahan Rae dan Rampak begitu sempurna.  Rampak sangat sukses dengan pekerjaanya sebagai developer. Rae menjadi seorang istri yang sangat bahagia. Namun ternyata sebuah badai tiba-tiba menyerang rumah tanggah indah mereka.

Perusahaan Rampak dilaporkan masyarakat ke polisi karena dianggap merusak lingkungan. Berita tentang dirinya dipampang di berbagai surat kabar Sumatra Barat. Dia dianggap sebagai penipu karena membangun kompleks perumahan tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan. (hal. 16).  Dia dituntut untuk mengganti rugi pada semua pihak, yang kemudian membuat harta bendanya habis. Karirnya hancur.

Di sinilah kehidupan rumah tangga mereka diuji. Rampak sangat terpukul dengan kehancuran yang menimpanya. Dia menolak menggantungkan nasib dengan bantuan ayah atau ayah mertuanya, karena masalah harga diri.  Namun begitu dia tetap berusaha yang terbaik untuk memperbaiki ekonominya. Rampak berusaha menghubungi teman-temannya. Hanya saja, tak seorang pun yang berani mempekerjakan Rampak setelah insiden itu.

Meski merasa sedih dengan keadaan mereka saat itu, ada sebuah kabar bahagia yang membuat mereka bertahan dan terus berusaha. Kehamilan yang sejak dulu dirindukan Rampak dan Rae akhirnya terwujud (hal. 64).  Namun, siapa sangka kebahagiaan itu hanya sebentar. Cobaan kembali datang. Rae mengalami keguguran (hal. 105)

Di sinilah, hubungan Rae dan Rampak dipertaruhkan. Keguguran membuat Rae sangat terpukul. Dia marah pada keadaan juga pada Rampak yang terlalu keras kepala. Dan ketika Rampak memberi pilihan, Rae  menyuruh laki-laki itu pergi.  Benarkah hanya sampai ini kesetiaan Rae? Dan mampukah Rampak bangkit dari keterpurukan dan mengembalikan kepercayaan Rae?

Selain dua pertanyaan ini sejatinya masih banyak misteri yang membuat novel ini sangat menarik. Pada novel ini nanti akan ditemukan nama  Rampak kembali diberitakan di berbagai koran besar di Padang.

Novel ini dipaparkan dengan gaya bahasa yang enak dan mengalir.  Penulis yang berasal dari Padang—Sumatra Barat, ini memang sudah tidak diragukan lagi dalam karya-karyanya. Banyak penghargaan yang telah diraih dan coretannya bisa ditemukan di berbagai media.

Membaca novel ini, seolah diajak mengenal lebih jauh tentang pekerjaan seorang arsitek dan filosofi-filosifi yang inspiratif, tentang pemaknan rumah di mata Rampak. “Rumah bukan hanya sekadar tempat berteduh saja. Rumah adalah sebuah konsep tentang kehidupan yang manusiawi.” (hal. 28).  Hal yang sering dilupakan orang saat membangun rumah adalah, tidak membuatnya sedekat mungkin dengan kehidupan si pemilik rumah. Mengapa orang merasa bahagia bisa tinggal di  resort bergaya tradisional? Itu karena mereka merasa dekat dengan semua unsur pembuatannya. (hal. 185-186)

Keunggulan lain dari novel ini adalah penokohan yang kuat, sehingga kisah teras hidup. Dan penjabaran settingnya pun, tertata dengan rapi. Karena penulis mengambil setting asal daerah sendiri

Hanya saja untuk beberapa bagian ada yang terasa agak membosankan, masih ditemukan beberapa typo.  Serta konfliknya terasa agak datar. Tapi  lepas dari itu, penulis berhasil meramu dan mengeksekusi cerita dengan sangat apik. Membuat pembaca enggan melepaskan kisah ini sebelum tamat. Mengesankan.

Setelah membaca novel ini, dapat disimpulkan bahwa selalu ada badai dalam rumah tangga. Dan untuk mempertahankan harus dilakukan oleh kedua pihak untuk saling memahami dan berbagi baik suka atau duka. Selain itu novel ini juga mengajarkan banyak hal. Di antaranya kegagalan bukan akhir dari segalanya. Jangan mudah menyerah dan terus berusaha.

 “Selalu ada jalan keluar dari setiap masalah, selama yakin dan bertahan untuk sabar. Selalu ada hikmah dari setiap musibah.” (hal. 222)

Cinta Segala MusimJudul               : Cinta Segala Musim

Penulis             : Maya Lestari Gf

Penerbit           : Indiva

Cetakan            : Pertama, Juni 2016

Halaman          : 224 hlm

ISBN                 : 978-602-1614-59-4

Peresensi         : Ratnani Latifah

Srobyong, 16 Oktober 2016

Petualangan di Tengah Rimba

Petualangan di Tengah Rimba

Oleh : Hairi Yanti

 14724120_10207430980437985_1603894859_o

Naufal senang berada di Solo walau hanya tinggal bersama kakek dan neneknya. Tapi, tidak selamanya hal yang disenangi itu abadi. Suatu hari, Naufal diberitahu oleh neneknya kalau ayahnya akan menjemputnya. Ayah Naufal bekerja di Kamerun. Sementara ibu Naufal sudah meninggal sejak Naufal kecil.

Naufal pun akhirnya pindah mengikuti ayahnya. Tinggal dan bersekolah di satu kota di tengah rimba bernama Al Hambra. Naufal senang tinggal di tempat barunya tapi di sekolah ada John yang menyebalkan dan selalu membuat masalah. Naufal bahkan sempat merajuk dan tidak ingin pergi ke sekolah.

Saat Naufal tidak sekolah, ia menemukan sebuah terowongan rahasia. Terowongan yang membuat Naufal memasuki hutan Afrika. Di sana, Naufal juga bertemu dengan seorang gadis cilik yang mengaku tak punya nama.

Sementara itu, John semakin membuat ulah di sekolah. Ia menantang Naufal untuk melakukan suatu hal. Awalnya Naufal enggan menurutinya, tapi karena John tidak hanya mengejek Naufal, tapi juga mengejek anak-anak Indonesia membuat keberanian Naufal untuk menjawab tantangan John muncul.

Ternyata John dan kawan-kawannya mengajak Naufal menuju terowongan rahasia. Mereka terus berjalan hingga menemukan sebuah rumah dan menantang John untuk masuk ke rumah tersebut. Saat masuk, Naufal kaget karena menemukan sesuatu yang menyeramkan. Naufal, John, dan teman-teman kemudian berlari ke hutan. Di Hutan Naufal mengalami hal yang mengejutkan yang berhubungan dengan ayahnya. Ia pun bertemu lagi dengan gadis cilik yang mengaku tak punya nama.

Novel Penculikan Sang Profesor menawarkan petualangan seru Naufal di salah satu kawasan bernama Al Hambra di benua Afrika. Selain petualangan seru, novel ini juga akan menambah pengetahuan pembacanya dengan beberapa informasi, salah satunya tentang pesawat terbang. Setiap akhir bab juga dibikin menggantung hingga membuat pembaca penasaran apa kelanjutan dari cerita. Sebuah novel anak yang menarik untuk dibaca juga menambah wawasan dan hikmah.

Judul                          : Penculikan Sang Profesor

Penulis                        : Bunda Afifah Afra

Penerbit                      : Lintang Indiva

Tahun Terbit             : Cetakan Pertama, Mei 2016

Tebal Buku                : 144 Halaman

 

Data Peresensi :

Nama             : Hairi Yanti

Twitter           : @yant165

Blog                : www.hairiyanti.com

 

Kisah di Balik Sejarah dan Ambisi Politik

Kisah di Balik Sejarah dan Ambisi Politik

 

Novel yang mengulik tentang sejarah merupakan tema cerita yang menarik untuk disimak. The Secret of Room 403 adalah salah satunya. Novel yang merupakan Pemenang Harapan 1 pada Lomba Menulis Novel Indiva (LMNI) tahun 2014 ini menceritakan kisah di balik tragedi masalalu, lika-liku kehidupan penulis, serta intrik ambisi politik. Dengan lompatan-lompatan plot antara tahun 1984 dan 2013, novel ini menampilkan kisah yang menarik sekaligus menaikkan adrenalin.

Kisah dimulai ketika Aliff, seorang penulis profesional yang biasa menulis berbagai jenis tulisan, mendapat tugas untuk menuliskan novel tentang seorang sosok militer. Sosok yang ditulis Aliff ini adalah ayah dari seorang menteri yang digadang-gadang maju dalam pemilihan presiden setahun mendatang. Martin, ajudan Sang Menteri memberikan sebuah bundel usang yang kertasnya telah menguning. “Semua referensi dan bundel milik Bapak Menteri yang saya pinjamkan pada Anda, sama berharganya dengan diri Anda sendiri. Sampai novel ini terbit, tidak perlu ada yang tahu untuk siapa Anda bekerja,” Kata Martin pada Aliff (halaman 41).

Kisah kemudian melompat pada kejadian tragis yang terjadi di Tanjung Tritis tahun 1984. Beberapa pemuda ditangkap oleh tentara. Husein, salah satu pemuda Tanjung Tritis dan beberapa pemuda lain berusaha mencari tahu alasan penangkapan itu. Merekapun menyambangi Kodim.

“Kita datang dengan niat baik. Jadi pastikan kalau semua yang kita lakukan, katakan, dan pikirkan, adalah hal yang baik-baik. Mudah-mudahan hasil yang kita terima juga baik. Jika ada yang berbuat tidak baik atau anarkis,itu bukan bagian dari kita,” Ucap Husein (halaman 79).

Belum sampai tujuan, rombongan pemuda dihadang barisan tentara berseragam dan bersenjata lengkap. Berondongan peluru menjadi sambutan bagi rombongan pemuda itu. Beruntung, Husein berhasil selamat meski terluka parah. Seorang tentara bernama Rusydi menyelamatkannya dan mengubah identitasnya.

Kembali pada kisah Aliff. Aliff memutuskan menulis sembari berlibur ke Tanjung Pinang kepulauan Riau. Ia pun berkenalan dengan Revi, pemilik rumah yang disewa Aliff. Kemandirian dan kejujuran Revi menarik hati Aliff.  Revi tak hanya mempunyai usaha penyewaan rumah, ia juga bekerja sebagai pemandu wisata. Beberapa kali Aliff mengikuti tur Revi.

Suatu malam, Aliff mendapati bahwa bundel tua itu hilang. Ia sadar, kecerobohannya itu bisa membawa malapetaka. Aliff pun pergi ke rumah Revi karena terakhir kali ia menumpang menulis di rumah Revi saat lampu mati.

Aliff tersentak. Di rumah Revi, Bu Farah yang merupakan Ibu Revi menunjukan sebuah buku harian tua milik almarhum suaminya. Tulisan tangan dalam buku harian tua itu persis sama dengan tulisan tangan dalam bundel milik Sang Menteri. “Semua tulisan ini benar-benar mirip! Di mana sang penulis meletakkan mata penanya, sudut kemiringannya, tak sedikitpun keliru,” Batin Aliff (halaman 197). Bu Farah terus mendesak Aliff untuk menceritakan siapa pemilik Bundel itu. Aliff pun terpaksa menyebut nama Sang Menteri.

Di bundel itu, ada tulisan yang menarik perhatiannya. Kamar 403 (halaman 204). Aliff membolak-balik bundel untuk mencari petunjuk. Ia menemukan sebuah tulisan yang sangat kecil. Dengan kaca pembesar, Aliff berhasil membacanya. Kata yang melafalkan sebuah nama. Aliff semakin penasaran. Pasalnya, nama yang tertulis di sana bukan nama Sang Menteri.

Aliff memutuskan menemui Sang Menteri untuk menemukan petunjuk siapa sebenarnya pemilik bundel itu. Dan saat keluar dari ruangan Sang Menteri, Aliff melihat sebuah pintu bertuliskan 403. Aliff menyelinap masuk ke ruangan tersebut. Ia menemukan seorang lelaki terbaring lemah yang ternyata adalah Husein, Ayah Revi yang dikabarkan tewas dalam pembantaian tahun 1984.

Singkat cerita, Aliff akhirnya mengetahui bahwa Husein telah berganti nama menjadi Mahardhika atau Har. Mayjen Rusydi, Ayah Sang Menteri itu telah mengubah identitasnya. Semua pekerjaan Pak Alam, Huseinlah yang mengerjakan. Aliff pun merancang rencana pelarian dari Rumah Pak Menteri. Ia ingin membawa Pak Husein ke Tanjungpinang untuk bertemu dengan istri dan anaknya. Berhasilkah usaha Aliff mengingat kondisi Pak Husein yang lemah?

Novel ini sangat menggugah. Dengan bahasa yang memikat, penulis berhasil membangkitkan rasa ingin tahu pembaca untuk mengikuti setiap jalinan ceritanya. Lompatan-lompatan plot yang tersaji dirangkai dengan ritme yang harmonis. Dengan dua teknik sudut pandang yang berbeda, pembaca serasa masuk ke dalam cerita sehingga ketegangan demi ketegangan dalam novel mampu menaikkan adrenalin. Selain itu, novel ini pun sarat makna. Bahwa kita harus memperjuangkan harapan meskipun dunia mengatakan itu mustahil. Sajian setting nuansa travelling di Tanjung Pinang pun sangat menarik.

 

The Secret of room403Judul               : The Secret of Room 403

Penulis            : Riawani Elyta

Penerbit           : Novela (Indiva Media Kreasi)

Terbit               : April 2016

Halaman          : 272

ISBN              : 978-602-1614-51-8

Harga Buku     : Rp 55.000,-

 

Diresensi oleh Napsiyah, Lulusan SMA PGRI Wonosobo