Tahun ini, Indiva Media Kreasi menerbitkan satu buku bergenre novel anak yang sangat penting untuk anak-anak Indonesia. Novel anak ini berjudul “Rifa Bukan Pelupa”, ditulis oleh salah seorang penulis produktif, Deasylawati Prasetya. Melalui buku ini, kita harus mulai mengajari anak untuk “Berani Melawan Bullying dan Menghargai Perbedaan”. Yuk baca dengan lebih mendetail informasi buku ini.
Judul: Rifa Bukan Pelupa
Penulis:Deasylawati P.
Ukuran: 14 x 20 cm
Tebal: 96 halaman
Harga: Rp 45.000
Sinopsis
Beberapa barang milik Rifa hilang secara misterius. Entah siapa yang mengambil atau menyembunyikannya. Teman-temannya tidak ada yang mau mengaku. Padahal, Rifa bukan anak yang pelupa, kok! Lalu ke mana barang-barang itu hilang? Siapa yang mengambilnya?
Kisah Rifa mungkin tidak asing bagi banyak anak. Mungkin kamu pernah mengalami kejadian serupa, atau memiliki teman yang suka jahil, mengejek, bahkan merundung dengan alasan hanya bercanda. Tentu rasanya menyebalkan dan membuat sedih. Namun, melalui berbagai cerita dalam buku ini, pembaca diajak memahami bahwa setiap masalah dapat dihadapi dengan kesabaran, keberanian, dan sikap yang tepat.
Ikuti keseruan Rifa, Reyhan, Fairus, Odi, Naimah, dan teman-teman lainnya dalam menghadapi berbagai persoalan pertemanan. Dari kehilangan barang, ejekan, perlakuan tidak menyenangkan, hingga belajar memahami perasaan orang lain. Semua kisah tersebut mengajarkan bahwa dalam berteman kita perlu saling menghargai, menghormati, dan membantu satu sama lain.
Mengajarkan Anak Mengenali dan Melawan Bullying
Perundungan atau bullying masih menjadi salah satu persoalan yang sering ditemui di lingkungan anak-anak. Tidak hanya menyakiti korban, perilaku ini juga berdampak pada teman-teman yang menyaksikannya. Sayangnya, banyak anak yang belum tahu bagaimana harus bersikap ketika melihat temannya dirundung.
Melalui cerita-cerita yang ringan dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, Rifa Bukan Pelupa mengajak anak memahami berbagai bentuk bullying serta cara meresponsnya dengan tepat. Buku ini tidak hanya berbicara tentang korban, tetapi juga tentang saksi, pelaku, dan teman-teman yang berada di sekitarnya.
Keunggulan Buku
- Menyajikan kisah dari sudut pandang anak yang menyaksikan temannya mengalami perundungan.
- Mengajarkan pentingnya saling menghargai di tengah berbagai perbedaan.
- Mendorong anak untuk berani melawan dan melaporkan tindakan bullying.
- Dilengkapi dengan halaman konklusi yang merangkum pesan moral dari setiap cerita.
- Memuat pengetahuan tentang berbagai bentuk bullying, mulai dari bullying fisik, verbal, sosial, hingga cyberbullying.
Pesan-Pesan Inspiratif dalam Buku
Apa sih, yang menarik dari buku ini? Selain cerita yang sangat menarik, buku ini juga arat dengan pesan yang mudah dipahami anak-anak, namun memiliki makna yang mendalam. Di antaranya:
“Setiap anak berhak dihormati. Bukan dari bajunya, bukan dari barang-barang yang dimilikinya, ataupun uang jajannya, tapi dari hatinya.”
“Kadang keberanian adalah ketika kita memilih untuk membela yang lemah, menyuarakan kebenaran, dan menjadi teman bagi mereka yang paling membutuhkan.”
“Semua anak boleh bicara dan didengarkan. Semua perasaan patut diakui dan dihargai.”
“Teman bukan soal baju, bukan soal rumah, bukan soal orang tua. Teman adalah siapa saja yang mau tertawa bersama, saling mendengarkan, dan saling menghargai.”
Melalui kisah-kisah yang hangat dan penuh pelajaran hidup, Rifa Bukan Pelupa menjadi bacaan yang tepat bagi anak-anak, orang tua, maupun pendidik yang ingin menanamkan nilai keberanian, empati, serta penghargaan terhadap sesama sejak dini. Buku ini mengajak pembaca untuk tidak diam ketika melihat ketidakadilan, berani berkata benar, dan menjadi teman yang baik bagi siapa saja.
























