judul gambar
judul gambar
ArtikelProfil PenulisUnggulan

Mengenal Afifah Afra, Direktur Indiva yang Produktif Menulis dan Pegiat Literasi

judul gambar

Bagi pecinta Indiva, tentu nama ini tidak terdengar asing, bukan? Ya, kali ini redaksi akan membahas sosok yang merupakan pendiri dan menjadi salah satu pimpinan Penerbit Indiva Media Kreasi. Siapa lagi jiwa bukan Afifah Afra, alias Yeni Mulati. Jika ditambahkan gelar, menjadi cukup panjang. Yeni Mulati, S.Si, MM, M.Psi. Kabarnya, saat ini mbak kita yang satu ini juga sedang belajar di sebuah program studi sebuah kampus online internasional. Kita tunggu rilis kabar gembira atas kelulusannya, ya, hehe.

judul gambar

Di tengah tantangan dunia literasi Indonesia yang terus berubah, nama Afifah Afra hadir sebagai salah satu sosok yang konsisten menapaki jalur kepenulisan sekaligus gerakan literasi. Akhir-akhir ini, beliau juga merambah ke dunia psikologi setelah meraih titel Magister Psikologi, meski menurutnya, itu hanya upaya untuk menambah bobot tulisan-tulisannya. “Saya menyadari bahwa pada setiap tulisan saya, sepopuler apapun genrenya, ada tanggung jawab ilmiah yang harus saya usung. Jadi, saya menjadi termotivasi untuk banyak belajar. Psikologi merupakan ilmu yang menurut saya sangat pas dengan dunia kepenulisan fiksi dan non fiksi populer yang saya tekuni selama ini,” ujar perempuan energik yang sering dipanggil dengan nama Mbak Yeni itu.

Pendiri dan Direktur Indiva

Afifah Afra adalah nama pena dari Yeni Mulati. Publik Indonesia mengenalnya sebagai seorang penulis produktif yang juga dikenal sebagai Direktur PT Indiva Media Kreasi. Namun, kiprahnya yang begitu banyak menunjukkan bahwa menulis baginya bukan hanya sekadar profesi. Menulis adalah panggilan hidup yang dijalani dengan visi jangka panjang. Menulis pun harus diiringi dengan berbagai kegiatan pencerahan masyarakat melalui sarana-sarana lainnya, seperti kampanye gemar baca, peningkatan kesadaran berliterasi, kegiatan pelatihan-pelatihan dan seminar literasi, dan sebagainya.

Bersama beberapa rekannya, seperti Dr. Muinudinillah Bashri (almarhum), Rianto SH, dr. Ahmad Supriyanto, Herman Susilo, Eliana Rianto, SE, MM dan Nasirun Purwokartun, Afifah Afra mendirikan Penerbit Indiva pada 1 Agustus 2007. Sejak saat itu hingga kini, Mbak Yeni memimpin Indiva Media Kreasi dengan konsistensi yang jarang ditemui di industri penerbitan yang dinamis. Hubungan atasan dan bawahan tampak hanya dalam tanggung jawab dan distribusi pekerjaan, namun di luar itu, persahabatan dan persaudaraan yang indah membuat Indiva seperti rumah kedua bagi semua kru. Di bawah kepemimpinannya, serta tentu hasil dari kerjasama yang kompak semua kru, Indiva berkembang sebagai penerbit yang fokus pada buku-buku berkualitas, terutama untuk segmen anak, remaja, dan dewasa muda. Segmen ini dikenal strategis karena berperan membentuk karakter, imajinasi, serta budaya baca generasi mendatang.

Penulis Produktif

Produktivitas Afifah Afra dalam menulis juga sangat menonjol. Hingga artikel ini ditulis, ia telah menghasilkan 68 judul buku, sebuah capaian yang mencerminkan disiplin, ketekunan, serta daya tahan kreatif yang tinggi. Ia pernah menyampaikan harapannya untuk menulis setidaknya 100 judul buku sepanjang hidupnya. Ini menarik dan membuat kita terpana. Angka 100 merupakan capaian yang menggambarkan simbol komitmen jangka panjang terhadap literasi. Faktanya, hanya sedikit penulis yang bisa mencapai produktivitas sebesar ini.

Karya-karyanya tersebar di berbagai penerbit, menunjukkan jangkauan dan penerimaan yang luas. Meskipun memiliki penerbitan sendiri, Afra menegaskan bahwa dia akan tetap berbagai karya ke penerbit lain. “Karena saya juga butuh semacam ‘validasi’ dari kurator penerbit lain, apakah naskah saya benar-benar layak terbit? Kalau cuma di Indiva saja kan orang bilang, ya wajar dong, bukunya terbit, kan penerbit punya sendiri,” tuturnya.

Di Indiva, beberapa judulnya antara lain Tetralogi De Winst, “Mei Hwa dan Sang Pelintas Zaman”, “Akik dan Sang Penghimpun Senja”, “Cinta Suci Adinda” dan sebagainya. Sementara itu, di penerbit lain, Mbak Yeni alias Mbak Afra menulis “Nun, Pada Sebuah Cermin” (Republika), “Kesturi dan Kepodang Kuning” (Elex Media), Serial Elang dan Trilogi Bulan Mati di Javasche Oranje (Era Intermedia), Trilogi Ilalang (Mizan), serta Serial Marabunta (Gema Insani). Keberagaman penerbit ini memperlihatkan fleksibilitas gaya menulisnya, yang mampu menjangkau berbagai segmen pembaca.

Pegiat Sosial dan Literasi

Bagi Afifah Afra, literasi bukan sekadar aktivitas membaca dan menulis. Ia menyebut literasi sebagai “jalan ninja”. Ini adalah sebuah metafora yang dipinjamnya dari perkataan seorang pendekar dalam serial anime Jepang yang sangat terkenal, Naruto, tentang jalan hidup yang dipilih dengan kesadaran penuh, ketekunan, dan dedikasi. Baginya, menulis adalah bentuk ekspresi diri sekaligus sarana kontribusi sosial. Melalui cerita, ia percaya nilai, empati, dan gagasan perubahan dapat disampaikan dengan cara yang penuh sentuhan emosi.

Aktivitas literasinya juga melampaui dunia buku. Afifah Afra aktif di Forum Lingkar Pena (FLP), sebuah komunitas kepenulisan yang telah melahirkan banyak penulis Indonesia, bahkan pernah menjadi orang nomor satu di organisasi tersebut saat terpilih sebagai Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Forum Lingkar Pena periode 2017-2021. Ia juga terlibat sebagai dalam Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) khususnya IKAPI Jateng, serta berbagai komunitas seperti sebagai Pembina De Muslim Community dan Pimpina Redaksi Rumah Fiksi Islami (fiksiislami.com). Kepeduliannya pada isu sosial terlihat dari inisiatifnya mendirikan Lembaga Pemberdayaan Perempuan dan Anak Pinggiran Seroja pada tahun 2003, yang menunjukkan bahwa literasi baginya berkaitan erat dengan pemberdayaan masyarakat akar rumput.

Kehidupan Pribadi

Yeni lahir pada 18 Februari 1979 di Purbalingga. Pada tahun 1997, dia merantau ke Semarang untuk kuliah di Jurusan Biologi, Fakultas MIPA (sekarang Fakultas Sains dan Matematika) Undip. Pada tahun 2001, selulus dari S1, Yeni meninggalkan dunia sains dan keinginan menjadi peneliti karena lebih ‘tergoda’ untuk menekuni hobinya yaitu menulis. Dia bekerja di penerbit Era Intermedia mulai tahun 2001, awalnya sebagai redaktur di majalah remaja KARIMA yang diterbitkan oleh Era Intermedia. Tahun 2002, dia menjadi manajer pernaskahan di penerbit yang sama. Namun, di akhir tahun 2003, Afra memutuskan untuk mandiri dengan fokus menjadi penulis untuk berbagai penerbit.

Afifah Afra menikah pada tahun 2003 dengan dr. Ahmad Supriyanto, MM. Mereka berdua telah dikaruniai empat anak yang kini beranjak remaja. Keseimbangan antara keluarga, kepenulisan, bisnis penerbitan, dan aktivitas sosial menjadi gambaran nyata bahwa literasi dapat tumbuh berdampingan dengan kehidupan personal. Meski usia beranjak semakin dewasa, Afra tidak mau berhenti menuntut ilmu. Tahun 2015, di belajar manajemen di Magister Manajemen Universitas Slamet Riyadi dan lulus tahun 2017. Tahun 2021, di kembali mengambil S2 jurusan Magister Psikologi di Universitas Muhammadiyah Surakarta, dan lulus tahun 2023. Kini, dia sedang mengambil studi di program Bachelor in Psychology di International Open University.

Sosok Afifah Afra dan kiprahnya membuka ruang kesadaran buat kita semua. Menjadi penulis itu adalah gabungan antara pencipta cerita, penggerak budaya baca dan agen perubahan sosial. Produktivitas, konsistensi, dan kepedulian pada masyarakat, adalah jalan sunyi yang tampaknya enggan dilirik orang, namun sebenarnya penuh dengan cerlang cahaya.

judul gambar
Indiva Media Kreasi, penerbit buku di Kota Surakarta, telah berkhidmat sejak 1 Agustus 2007. Mengusung tagline: Sahabat Keluarga.

Related Posts

1 of 9

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *