Alhamdulillah, segenap Tim Indiva Media Kreasi mengucapkan syukur sebesar-besarnya, karena berhasil menterjemahkan dan menerbitkan buku rujukan penting para pelajar Ilmu-Ilmu Al Quran, yakni Kitab Al-Itqan Fi Ulumil Quran (Studi Al-Quran Komprehensif) karya ulama besar Syekh Jalaluddin as-Suyuti. Beliau adalah ulama Mesir abad ke-15 yang sangat produktif, dan telah menulis ratusan karya lintas disiplin. Karyanya yang terkenal termasuk Al-Itqan fi Ulum al-Quran, ensiklopedia ilmu Al-Qur’an yang menjadi rujukan utama ulama dalam memahami sejarah, metode, dan kaidah tafsir Al-Qur’an secara mendalam dan sistematis hingga kini di dunia Islam kini luas.
Buku ini sebenarnya telah diterbitkan Tim Indiva Media Kreasi pada awal-awal berdirinya penerbit Indiva, yaitu sekitar belasan tahun yang lalu. Setelah pandemi, kami melakukan review terhadap editing naskah, layout dan mencetak kembali dalam 2 jilid buku.

Jilid 1
Judul: Studi Al-Quran Komprehensif (al-Itqan fi Ulumil Qur’an) Jilid 1
Penulis: Syekh Jalaluddin As-Suyuthi
Penerbit: Indiva Media Kreasi
Ukuran: 16 × 24 cm
Halaman: 744 hlm
ISBN: 978-979-17461-6-8
Jilid 2
Judul: Studi Al-Quran Komprehensif (al-Itqan fi Ulumil Qur’an) Jilid 2
Penulis: Syekh Jalaluddin As-Suyuthi
Penerbit: Indiva Media Kreasi
Ukuran: 16 × 24 cm
Halaman: 992 hlm
ISBN: 978-979-17461-6-8
Gambaran Isi
Al-Qur’an adalah sumber segala ilmu, orbit semua ilmu, sekaligus tempat terbit segala jenis ilmu. Di dalamnya, Allah SWT memuat pengetahuan tentang segala sesuatu, serta menjelaskan perkara-perkara yang benar dan sesat. Dari Al-Qur’an inilah para ulama mengambil rujukan.
Ahli fikih menjadikan ayat-ayat Al-Qur’an sebagai sumber tertinggi dalam menetapkan kaidah halal dan haram. Ahli ilmu nahwu telah menjadikannya sebagai sandaran dalam kaidah-kaidah i’rabnya dan menjadikannya sebagai rujukan dalam mengetahui salah dan benarnya suatu perkataan. Ulama ahli balaghah (sastra) menjadikan Al-Qur’an sebagai standar untuk mengetahui susunan kata yang baik dan teratur, dan menjadikan berbagai keindahan bahasanya sebagai standar untuk membuat ungkapan kata. Kisah-kisah dan berita-berita di dalamnya menjadi peringatan bagi orang-orang yang berakal, nasihat-nasihat dan ilustrasi-ilustrasinya menjadi pengingat bagi orang-orang yang berpikir dan mau mengambil pelajaran.
Subhanallah, betapa dahsyatnya Al-Qur’an.
Sebagai muslim sejati, yang menjadikan Al-Qur’an sebagai rujukan tertinggi, mempelajari ilmu-ilmu Al-Qur’an adalah kewajiban yang sangat tinggi. Dalam karyanya yang fenomenal ini, Imam Suyuthi menyusun ilmu-ilmu dalam Al-Qur’an itu secara urut dan rapi, kemudian diuraikan secara terperinci. Selain itu, beliau juga menambahkan berbagai faedah, kaidah, penjelasan dan berbagai keunikan yang istimewa. Inilah kitab mulia yang beliau beri nama al-Itqan fi Ulumil Qur’an. Kitab kedua yang wajib Anda miliki setelah Al-Qur’an itu sendiri. Dengan membaca kitab ini, maka akan terbentang luas di depan Anda, betapa dahsyatnya kandungan Al-Qur’an, dan betapa meruginya jika kita tidak menjadikan kitab agung itu sebagai panutan.
Endorsement Tokoh
Imam Jalaluddin As-Suyuthi, penulis Kitab Al-Itqan fi Ulumil Qur’an, dikenal sebagai ulama mausu’ah (ensiklopedia). Tidak ada suatu disiplin keilmuan, kecuali id telah menulisnya. Termasuk dalam bidang ilmu Al-Qur’an, ia telah menulis Al-Itqan, sebuah buku yang sangat fenomenal di bidangnya.
Selain pembahasannya yang lengkap, buku ini juga sangat sistematis dalam pemaparannya, sehingga buku-buku setelahnya tidak bisa lepas dari pengaruh Al-Itqan. Buku ini seharusnya menjadi salah satu rujukan utama dalam Al-Qur’an di perguruan tinggi Indonesia.
(Dr. Abdul Khaliq Hasan, Pakar Tafsir dari Universitas Sudan)
Setelah membaca kitab ini, pecinta Al-Qur’an akan memahami bahwa Al-Itqan fi Ulumil Qur’an adalah karya besar dan dapat diwarisi oleh setiap generasi yang layak besar bersama Al-Qur’an.
(Dr. Ahzami Syami’un Jazuli, Dosen Pascasarjana UIN)
Info Pembelian

Silakan order ke
@penerbitindiva
http://wa.me/6281904715588
Atau bisa juga ke SHOPEE INDIVA.
Selamat berbelanja, segera saja karena stok sangat terbatas.
























