JARI QURAN: Bukan Hanya BISA, Tetapi Juga SUKA

JARI QURAN 3D

Publik tentu sangat mengenal siapa itu Bunda Septi Peni Wulandani. Beliau adalah pencetus metode JARIMATIKA, sebuah metode belajar berhitung menggunakan jari. Metode itu telah dikenal luas dan terbukti sangat memudahkan anak-anak untuk belajar berhitung. Keberhasilannya menciptakan dan mengembangkan metode berhitung JARIMATIKA, membuat Bunda Septi menjadi salah satu satu Ikon Ilmu dan Teknologi, versi Majalah Gatra pada 2008.

Atas rahmat dan petunjuk dari Allah SWT, Bunda Septi Peni Wulandani berhasil menciptakan dan mengembangkan metode belajar membaca Al-Qur’an yang disebut dengan metode JARI QUR’AN. Yakni sebuah metode belajar membaca Al-Quran dengan menggunakan alat peraga berupa jari-jari kita sendiri. Setiap manusia normal memiliki jari-jari, yang selalu dibawa kemanapun pergi, sehingga alat peraga ini merupakan sebuah peraga yang sangat praktis dan ekonomis. Ini tentu kabar gembira buat kita semua.

Mayoritas penduduk bangsa Indonesia beragama Islam. Menurut data BPS 2010, jumlah penduduk negara kita yang beragama Islam adalah 207.176.162 jiwa. Akan tetapi,  hasil survei dari Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ), Kaum Muslimin di Indonesia yang bisa membaca Al-Quran dengan baik baru sekitar 20%. Ini tentu sebuah realita yang menyedihkan, mengingat Al-Quran adalah kitab suci yang menjadi panduan Kaum Muslimin dalam menjalankan perintah dan larangan-Nya.

Salah satu penyebab mengapa permasalahan itu terjadi adalah karena belajar membaca, menulis, serta memahami isi Al-Quran belum menjadi prioritas bagi Kaum Muslimin. Selain itu, berbagai metode pengajaran Al-Quran kebanyakan dinilai sulit diterapkan anak-anak, karena sifatnya yang monoton, dan kurang pas dengan kondisi kejiwaan anak-anak. Berbagai metode pengajaran Al-Quran yang sudah ada, tidak diikuti dengan program khusus penguatan motivasi mencintai Al-Quran. Maka, banyak kasus terjadi, anak bisa bisa membaca Al-Quran dengan baik pun, tidak lantas tergerak untuk membaca Al-Quran tiap hari, apalagi terdorong untuk memahami kandungannya.

Tetapi, lewat Metode JARI QUR’AN, ternyata permasalahan tersebut bisa diatasi. Membuat anak bisa membaca Al Qur’an itu tidak terlalu sulit. Kuncinya adalah, anak-anak terlebih dahulu merasakan suka dalam mempelajari Al Qur’an. Rasa suka ini sangat penting, karena mendorong anak untuk mau mengkajinya dan berusaha menerapkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari. Dalam metode JARI QURAN, anak diajak menjelajahi Al-Quran dengan cara yang sangat khas dengan dunia anak-anak.

Rasa suka pada anak-anak terhadap Al-Quran, ditumbuhkan melalui tiga hal yang tidak pernah ditolak oleh anak yaitu dongeng/kisah, permainan, dan hadiah. Ketiga hal itulah yang diracik di dalam Metode JARI QURAN.

  • Dongeng/Kisah

Dongeng, atau kisah, ternyata terbukti merupakan sarana yang ampuh untuk menanamkan nilai-nilai moral kepada anak. Dongeng juga akan merangsang imajinasi dan daya kreativitas anak, juga menjadi sarana pengikat emosi antara orang tua dengan anak, atau pengajar dengan anak. Dongeng, dalam metode ini digunakan untuk menguatkan motivasi anak dan menanamkan nilai-nilai Al-Quran, sehingga anak tidak hanya sekadar diajari kemampuan teknis baca-tulis Al-Quran, tetapi juga menghayati kandungannya.

Al Qur’an akan benar-benar menjadi petunjuk (huda) bagi anak-anak kita, yang memberikan arah ke jalan yang lempang dan terang di dalam menapaki kehidupan tatkala anak masih bersama kita, maupun setelah hidup mandiri tak lagi bersama kita.

  • Permainan

Menurut Papalia (1995), anak memang berkembang dengan cara bermain. Dengan demikian, dunia anak-anak adalah dunia bermain. Dengan bermain, anak-anak menemukan dan mempelajari hal-hal/keahlian  baru. Apa yang disebut dengan bermain? Menurut para ahli-ahli psikologi perkembangan anak, bermain adalah kegiatan anak yang dirasakan olehnya menyenangkan dan dinikmati (pleasurable and enjoyable).

Salah satu ciri khas dari metode ini adalah penggunaan jari untuk membantu anak-anak mengingat bentuk-bentuk huruf. Huruf-huruf dengan bentuk yang mirip di kumpulkan menjadi satu, masing-masing jari menjadi simbol dari huruf-huruf tertentu. Sembari menghafal, anak-anak akan bernyanyi dan menggerakkan jari-jarinya, sehingga semua konsentrasi akan terpusat ke pengenalan huruf tersebut.

  • Hadiah

Dalam metode JARI QURAN, anak juga dirangsang dengan reward atau hadiah, sehingga semakin bersemangat untuk mengikuti program ini.

Setelah dipraktikkan, ternyata metode tersebut terbukti berhasil meningkatkan kecintaan anak-anak dalam mempelajari Al-Quran, mulai dari membaca, menulis, dan bahkan tengah dikembangkan teknik pemahaman Al-Quran untuk anak melalui gerakan simbolik.

Metode JARI QUR’AN sangat cocok diberikan kepada anak-anak usia 0-12 tahun,  baik yang belajar baca-tulis Al-Quran dari orangtuanya di rumah, di masjid, di sekolah, dan di mana saja.

PRINSIP DAN TUJUAN METODE JARI QURAN

  1. Dalam metode ini, huruf-huruf hijaiyah dikelompokkan dan dihapalkan bentuknya, sehingga memudahkan anak untuk mengingat bacaan dan tulisannya
  2. Alat peraga yang digunakan mudah dan praktis, berupa alat peraga utama yaitu jari tangan, serta dilengkapi dengan cerita/kisah/dongeng, dan lagu-lagu yang menarik.
  3. Berbagai warna juga digunakan, serta aneka permainan yang edukatif, sehingga menstimulasi kreativitas anak
  4. Metode JARI QURAN menyempurnakan metode-metode sebelumnya  yang hanya menekankan  pada aspek kemampuan membaca Al-Quran pada anak. Pada metode JARI QURAN, motivasi anak untuk lebih dalam mempelajari isi Al-Quran juga diperkuat, sehingga anak tidak hanya BISA, tetapi juga CINTA.
  5. Selain bisa membaca, metode JARI QURAN juga dirancang agar anak bisa menulis Al-Quran, memahami maknanya, dan mempraktekkan dalam kehidupan sehari-hari.

PROFIL PENYUSUN: SEPTI PENI WULANDANI

Bunda Septi Peni Wulandani adalah seorang praktisi di bidang pendidikan yang sangat peduli dengan dunia anak dan kegiatan pengembangan keluarga. Metode Jari Qur’an, belajar Al-Qur’an dengan cara yang asyik dan menyenangkan ini adalah adalah salah satu buah dari aktivitasnya bersama dengan anak-anaknya di rumah.

Hasil-hasil temuannya ini kemudian diterapkan di laboratoriumnya yang asri di Salatiga, Jawa Tengah yang diberi nama School of Life Lebah Putih (www.lebahputih.com).

Karya-karya Bunda Septi telah menyebar ke seluruh penjuru Tanah Air dan mancanegara. Ribuan anak dan keluarga telah menggunakannya dengan penuh kegembiraan, seperti Jarimatika dan AbacaBaca.

Bunda Septi menghimpun para perempuan yang peduli pendidikan anak dan keluarga ke dalam Komunitas Ibu Profesional (www.ibuprofesional.com). Komunitas ini menyelenggarakan kegiatan pendidikan bagi para perempuan dan memberikan fasilitas pengembangan diri mereka.

Upayanya yang tak kenal lelah ini membuahkan bermacam penghargaan dari lembaga nasional maupun internasional seperti:

  • Nominator Ibu Teladan, Majalah Ummi 2004
  • Danamon Award kategori Individu Pemberdaya Masyarakat 2006
  • 10 Yang Mengubah Indonesia, Majalah Tempo 2007
  • 20 Pemuda Yang Mengukir Prestasi, Kemenpora 2007
  • Woman of Entrepreneur, Ashoka Foundation USA 2007
  • Salah satu Ikon Ilmu dan Teknologi, Majalah Gatra 2008
  • Nominator Internatonal Entrepreneur of The Year, Ernst and Young 2009
  • Inspiring Woman, Majalah Kartini 2009
  • Inspiring Woman in ICT for Education, Kartini Next Generation Award, Kemkominfo 2013

SPESIFIKASI PRODUK

Produk ini merupakan bundling buku dengan VCD Tutorial. Saat ini masih dalam proses produksi, dan ditargetkan tersebar di pasar mulai Juni 2014.

Judul : Cara Mudah dan Asyik Belajar Al-Qur’an dengan JARI QUR’AN

Penulis : Septi Peni Wulandani & Tim IRMAS

Penerbit : Indiva Media Kreasi

ISBN  : 9786021614136

Ukuran Buku  : 20,5 cm x 28,5 cm

Tebal  : 120 halaman

Harga Bundling Buku + DVD : Rp 50.000,- (estimasi)

Pemesanan dan Info Keagenan: 0819.0471.5588

(Ditulis oleh Yeni Mulati Ahmad)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *